Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak ekonomi bagi banyak negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Untuk menggali dan merumuskan strategi pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, IESR berkolaborasi dengan Badan Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan) dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Kementerian ESDM) dalam diskusi bertema ‘Green Economic Recovery: Akselerasi Pengembangan […]

Read More

On 15 April 2020, IESR’s Executive Director, Mr. Fabby Tumiwa was invited to speak on an international webinar highlighting solar energy development in Indonesia. The webinar was arranged by Green Energy Future Indonesia, and Mr. Tumiwa was in attendance with Mr. Salman Baray, Country Director of ACWA Power. Mr. Tumiwa shared IESR’s analysis and observation […]

Read More

Apakah pemerintah dan PLN siap beradaptasi terhadap perubahan penyediaan energi listrik? Penggunaan listrik surya atap (rooftop solar) kini menjadi trend di berbagai negara. Penyebabnya, karena sumber energi yang satu ini tersedia berlimpah, dan memberikan dampak yang lebih baik terhadap lingkungan. Teknologi energi surya juga semakin berkembang, pasar semakin terbuka, dan mendorong harga listrik surya semakin kompetitif, bersaing […]

Read More

Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Institute for Essential Services Reform (IESR) menyelenggarakan Sosialisasi dan Diskusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk sektor industri, 29 Januari 2020 lalu di Kota Bekasi, Jawa Barat. Acara ini diikuti oleh lebih dari 40 […]

Read More

Pemerintah melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah mentargetkan pencapaian target energi terbarukan sebesar 23% di tahun 2025 atau setara dengan kapasitas pembangkit listrik sebesar 45 Gigawatt (GW), 6,4 GW diantaranya berasal dari pembangkit listrik tenaga surya. Laporan IRENA (2017) menyebutkan Indonesia adalah negara yang memiliki potensi energi surya yang […]

Read More

Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia mentargetkan adanya peningkatan bauran energi terbarukan dari 5% pada 2015 menjadi 23% pada 2025. Target ini mengindikasikan kapasitas pembangkitan listrik dari energi terbarukan sebesar 45 GW, atau diperlukan tambahan sekitar 36 GW dari kapasitas pembangkit yang ada saat ini. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mendapatkan alokasi kapasitas 6,5 GW. Meski […]

Read More

Pada tanggal 10 Oktober 2018 di Jakarta, IESR bersama dengan GIZ-INFIS melakukan diskusi grup terarah mengenai hasil studi potensi pasar rooftop solar di Jabodetabek. Untuk membahas hasil studi pasar ini secara lebih luas dengan publik, IESR menyelenggarakan Pojok Energi #9 dengan tema Diskusi Urban: Memanen Energi Surya. Seri diskusi ini mengundang Harris (Direktur Aneka Energi, Kementerian […]

Read More